Showing posts with label Olah raga. Show all posts
Showing posts with label Olah raga. Show all posts

05 November 2011

Timnas Indonesia U-23 Siap Tempur

Timnas Indonesia U-23 Siap Tempur


















JAKARTA
Pelatih timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan, menyatakan skuatnya kini dalam kondisi yang sangat bagus dan siap melakoni partai di Grup A melawan Kamboja, Senin (7/11/2011) mendatang.
Pernyataan itu disampaikan RD seusai dirinya memberikan materi kepada anak asuhnya di SUGBK, Sabtu (5/11/2011) sore.

"Semua pemain hari ini dalam kondisi yang sehat," kata RD. Ia pun memastikan skuatnya siap menghadapi partai pertama melawan Kamboja, lusa.

Meski demikian, eks pelatih Persija itu mengaku akan tetap memantau kondisi pemainnya. "Saya akan kembali mengecek kondisi mereka, Senin pagi," katanya.

Di dalam sesi latihan itu sendiri, RD mengaku kalau para skuat Garuda Muda masih kaget dengan perbedaan bola yang digunakan pada Cabang sepak bola Sea Games.

"Memang sedikit ada perbedaan. Sedikit lebih enteng. Itu menurut para pemain. Hal itu harus membuat kita harus beradaptasi. Untung masih ada waktu untuk adaptasi sekali lagi."

Lebih lanjut, soal laga melawan kamboja, RD berharap para pemain yang sudah memiliki pengalaman di Sea Games lalu membaginya ke pemain lain, yang memang masih baru.

"Saya berharap pengalaman itu ditulzrkan ke pemain lainnya. Tentunya yang positif. Jangan yang mengenai kekalahan."



Sumber: http://www.tribunnews.com

30 October 2011

Djohar Arifin Temui Wali Kota Medan, PSMS pun Balik ke LPI

Djohar
 Arifin Temui Wali Kota Medan, PSMS pun Balik ke LPI
MEDAN – Setelah sempat menolak tiket gratis untuk bekompetisi di Liga Prima Indonesia (LPI), PSMS Medan akhirnya berubah pikiran lagi. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu akhirnya menyatakan mau berkompetisi di liga asuhan PSSI tersebut.

Menurut tim pelaksana teknis PSMS Medan, Iswanda Nanda Ramli, mengatakan dirinya mewakili Ketua Umum PSMS, memastikan bahwa tim asal Kota MEdan itu sudah resmi menjadi kontestan LPI.

Ia pun meminta maaf atas informasi yang sempat beredar di masyarakat, bahwa pengurus PSMS bersikeras ingin tim itu bermain di Divisi Utama. "Ketum sudah memutuskan kami bermain di LPI, bukan di Divisi Utama. LPI kompetisi legal dan resmi di bawah PSSI. Saya, Nanda Ramli dan Idris ditunjuk langsung Ketum untuk segera membentuk dan mematangkan tim," ujarnya.

Terkait pernyataan sebelumnya dari Ketua Pelaksana Teknis PSMS, Idris, yang menyatakan PSMS akan bermain di Divisi Utama, Nanda menyebutkan saat itu belum ada koordinasi final dengan Ketum PSMS, Rahudman.

"Mohon maaf yang sebesar-besarnya buat kawan-kawan media dan publik kota Medan. Saat itu Pak Idris memang menunggu keputusan resmi Ketua Umum yang sedang berada di luar kota. Jadi bukan miskomunikasi, tapi memang belum ada keputusan final waktu itu. Sekali lagi maaf atas kesimpangsiuran ini," ujarnya.
Diduga keputusan PSMS yang kembali berubah itu diambil setelah KEtua Umum PSSI, Djohar Arifin, menemui Ketua Umum PSMS yang juga Wali Kota MEdan, Rahudman. Hal itu diakui sendiri oleh Djohar Arifin.

Menurut Djohar, ia memang berinisiatif bertemu Walikota Medan yang juga Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap. Dalam pertemuan itu, kata Djohar, ia sudah berkomunikasi perihal status definitif PSMS.

"Saya datang mengonfirmasi hal ini pada Ketum PSMS, Rahudman. Beliau memastikan ikut LPI sesuai kesepakatan terdahulu dengan konsorsium. Jadi bukan divisi utama," ujar Djohar.

Djohar membantah pihaknya memaksakan PSMS harus ikut LPI. Menurut dia, PSSI hanya sebatas mengonfirmasi ulang status PSMS. "Nah, itu langsung disampaikan secara lisan Ketum PSMS. Kalau Ketum-nya sudah bilang ia, berarti definitif kan, tidak bakal berubah lagi. Silahkan croscheck sama beliau," tandasnya.



Sumber: http://www.tribunnews.com/

28 October 2011

PSMS: PSSI Bikin Jadwal Saja Tak Becus, Stres Kita Dibuatnya

PSMS: 
PSSI Bikin Jadwal Saja Tak Becus, Stres Kita Dibuatnya
MEDAN – Pelaksana Teknis tim PSMS Medan, Idris, kukuh menolak ikut bergabung di Liga Prima Indonesia (LPI) binaan PSSI. Meski CEO PT Bintang Medan, Dityo Pramono, mengatakan sudah mendaftarkan PSMS ikut LPI, Idris enggan mengakuinya.

Idris pun menyoal wewenang Dityo mendaftarkan PSMS tanpa adanya koordinasi. "Saya mau tanya, Dityo itu siapa di PSMS? Dia tidak ada wewenang, kesepakatan masih ada di MoU, belum ada tindak lanjut. Konsorsium kasih sampan, kalau kami tidak mau naik sampan itu bagaimana," katanya menganalogikan.
Tidak hanya itu, Idris secara terbuka juga mengkritik Sihar Sitorus, Ketua Komite Kompetisi PSSI yang menyatakan akan memberikan sanksi kepada klub yang tidak ikut LPI.

"Sihar Sitorus jangan sembarangan keluarkan pernyataan. Ingin mempertegas aturan, tapi justru ia yang melanggar. Manual liga saja belum ada, jadwal tak becus. Stres kita dibuatnya. Tolong tulis ini, pecat saja Sihar dari Exco," katanya.

Sebelumnya CEO PT Bintang Medan, Dityo Pramono, mengakui bahwa ia yang telah mendaftakan PSMS ikut LPI. Secara hirarki organisasional, kata dia, hal itu dapat dibenarkan. Pasalnya PSMS menggunakan label PT Bintang Medan sebagai pemenuhan aspek legalitas pascapenandatangan MoU dua pihak 12 Agustus lalu.

Diakuinya, PSMS bisa saja membatalkan pendaftaran tersebut jika memang tidak meneruskan MoU dengan PT Bintang Medan. Namun setelah MoU kesepakatan, PSMS juga sudah menandatangani kesepakatan lanjutan yang ditandatangani oleh Wali Kota Medan, Rahudman, dengan Widjajanto yang mewakili konsorsium.

“Sudah ada kesepakatan yang ditandatangani Wali Kota dan Widjajanto sebagai tindak lanjut dari MoU. Lantas itu apa kalau bukan kelanjutan MoU?" ujarnya.



Sumber: http://www.tribunnews.com/

Inilah Alasan PSMS Medan Tolak Tiket Gratis LPI

Inilah Alasan PSMS Medan Tolak Tiket Gratis LPI
MEDAN - Keputusan PSMS Medan memilih berlaga di divisi utama daripada Liga Prima Indonesia (LPI) dilandasi dua alasan. Pertama sikap PSSI yang terlalu sering melabrak statuta FIFA/PSSI. Kedua masalah arogansi pihak konsorsium yang dinilai terlalu mendikte klub tersebut. 

Dengan keluarnya PSMS sebagai kontestan LPI, membuat peluang klub itu merger dengan Bintang Medan menjadi mengambang. "PSMS belum deal dengan Bintang Medan, saya tidak katakan batal. Namun hingga saat ini kami belum deal," kata Benny Tomasoa, salah seorang pengurus PSMS Medan.

Ia mengatakan, keputusan yang diambil PSMS itu tidak dilakukannya seorang diri, namun sudah berdiskusi dengan Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap.

"Kami sepakat dengan Walikota sebagai Ketua Umum, PSMS harus mampu berdiri di atas kaki sendiri, dan mencari sponsor yang tidak menguasai saham secara mutlak. Kalau kami memberikan klub ke pemegang saham dalam porsi besar, sama saja kami menjual PSMS," tegasnya.

Saat ditanya mengenai dana kompetisi untuk musim depan, Idris mengatakan tanpa konsorsium yang menguasai saham PSMS, serta tanpa APBD, PSMS akan tetap bisa jalan.

"Dana nggak usah khawatir. Kalau saya khawatir, berarti saya goblok, jangan dibilang nggak ada APBD PSMS nggak jalan. Kalau PSMS nggak jalan, saya yang digorok orang Medan. PSMS ini ibarat gadis cantik, primadona, makanya nggak usah bingung. Kami yang bingung nampung sponsor," ungkapnya.

Idris memaparkan, dana sponsor PSMS tidak akan atas nama perseorangan. Dia juga berkilah mengenai nama Nirwan Bakrie yang disebut-sebut memberikan bantuan untuk tim divisi utama. "Bukan pribadi, namun nama perusahaan yang akan ada di dada PSMS. Soal Pak Nirwan yang beri bantuan saya belum tahu, tapi kalau mau dikasih ya alhamdulillah," ungkapnya.

Idris sendiri mengakui hubungannya dengan Ketua PSSI Djohar Arifin masih baik-baik saja, meski sejak awal Djohar Arifin disebut menginginkan PSMS Medan ikut LPI yang diasuh PSSI.

"Dengan beliau (Djohar Arifin) tidak ada masalah. Kalau beliau tegas apapun kami korbankan untuk beliau. Tapi sejauh ini beliau belum tegas melaksanakan aturan. Jangan buat celah, dan beliau harusnya tetap pegang statua dan menghargai hasil kongres," pungkasnya.



Sumber : http://www.tribunnews.com

27 October 2011

Wow, Timnas Indonesia akan Ditantang Brasil All Star

Wow, Timnas Indonesia akan Ditantang Brasil All Star









JAKARTA – Gaung genderang Piala Dunia 2014 di Indonesia sudah dimulai sejak tahun ini. Rencana demi rencana untuk memeriahkan laga empat tahunan ini di Tanah Air pun sudah mulai disusun. Salah satunya, laga persahabatan antara Brasil All Star dan timnas Indonesia yang akan digelar di Indonesia.

Dalam temu media yang digelar di Hotel Dharmawangsa, Rabu (26/10/2011), laga persahabatan ini disebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian kampanye keliling Piala Dunia 2014 bertajuk "Road to Samba" ke seluruh dunia yang rencananya akan digelar 2012-2013. Sayangnya, panitia belum ingin memublikasikan kepastian tanggal dan bulan digelarnya laga ini.

"Untuk fix schedule-nya belum bisa diberikan karena semua masih harus dirapatkan dulu tanggal fix-nya," kata Sekretaris Penyelenggara FIFA Wolrd Cup Brazil Rara Ratri Hesti kepada Kompas.com.

Selain laga persahabatan ini, rangkaian kampanye keliling Piala Dunia 2014 juga meliputi rencana klinik latihan (coaching clinic) bersama mantan bintang sepak bola dunia Ronaldo. Panitia juga berencana menggelar karnaval dan Sambafest.

"Bundaran HI akan dijadikan tempat karnaval layaknya pusat karnaval di Brasil untuk merayakan Piala Dunia 2014," ungkap salah satu panitia.
Piala Dunia 2014 digelar di Brasil 12 Juni-13 Juli mendatang. Sekitar 32 negara akan berlaga dalam ajang Piala Dunia ke-20 ini. FIFA memberikan izin pemegang hak siar kepada B Plus dan Bakrie Capital Indonesia untuk Tanah Air.

Hak itu meliputi hak siar melalui satelit dan kabel (televisi berbayar), terestrial (media transmit tidak berbayar), radio, mobile, internet, hak public viewing (nonton bareng), dan media access (akreditasi media).

Fabregas: Messi Terlahir untuk Menang

Fabregas: Messi Terlahir untuk Menang
BARCELONA - Gelandang Barcelona, Cesc Fabregas yakin rekan satu timnya, Lionel Messi bakal kembali mencatatkan namanya di papan skor usai menjalani dua laga tanpa pemasukkan gol.

Berkaca pada kemenangan 1-0 Barcelona atas klub promosian, Granada, Rabu (26/10/2011), meski unggul satu angka lewat gol Xavi Hernandez, penyerang Argentina ini bersusah payah menambah pundi-pundi gol Barca, namun tak ada satu pun yang masuk ke gawang tuan rumah.

Hal itu sedikit memperburuk rekor catatannya musim ini yang sukses mengantongi 10 gol dari sembilan laga di pentas domestik. Belum lagi kesempatannya menuai gol lewat titik 12 pas, Ahad (23/10/2011) lalu berujung kandas. Saat itu Barca menjamu Sevilla di Camp Nou.

Mengenai hal tersebut, Fabregas terpancing berkomentar. Menurutnya, pemain bintang layaknya Messi bakal kembali ke performa dimana ia bisa mempersembahkan segudang gol buat timnya.

"Messi adalah yang terbaik, dan ia terlahir untuk menang," ujar Fabregas, seperti dikutip Mundo Deportivo.
"Messi selalu ingin mencetak gol, tapi hal itu tidak terjadi pada hari Rabu (laga kontra Granada)," tuturnya.
Akhir pekan nanti, Barcelona akan dihadapkan dengan penghuni posisi 12 klasemen La Liga, Mallorca. Dalam laga itu, Fabregas yakin sang Messiah bisa buktikan ketajamannya lagi.

"Namun, hal yang paling hebat dalam diri pesepakbola terbaik adalah tidak memikirkan kapan ia akan kembali produktif. Pada hari Sabtu nanti, ia (Messi) akan memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa ia adalah yang terbaik," pungkas Fabregas.

Sibolga Biru FC Maju ke Final di Turnamen Andalas Cup 2011

TAPTENG- Sibolga Biru Foot Ball Club (FC) berhasil menjuarai grup A. Dengan demikian Sibolga Biru FC berhak maju ke babak final di open turnamen Andalas Cup 2011 antar devisi se-Sumatera.
Di babak final Sibolga Biru FC akan berhadapan dengan juara grup B, Opek FC Sumbar yang akan dilaksanakan di Jorong Simpang Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (28/10) mendatang.

Hal itu dikatakan ketua Sibolga Biru FC Syarifuddin Lubis alias Lian didampingi manager Safriwan Sinaga dan pelatih Kasman Simanjuntak, Senin (24/10).
“Dari awal mengikuti open turnamen Andalas Cup, Sibolga Biru FC yang berada di gurp A berhasil menundukan PS Padang Panjang dengan skor 7-1. Kemudian, di pertandingan kedua Sibolga Biru FC berhasil memetik kemenangan melalui drama adu finalti setelah bermain imbang 2-2 dengan PS Equator Payakumbuh dan skor akhir 9-8,” tutur Syarifuddin Lubis.

Menurutnya, setelah memperoleh angka 6 dari dua kali pertandingan, Sibolga Biru FC akhirnya menjadi juara grup A setelah kembali menumbangkan PS Rajawali Jambi di pertandingan ketiga melalui drama adu finalti.
“Di pertandingan ketiga, di luar dugaan Sibolga Biru FC berhasil meraih kemenangan melawan PS Rajawali yang diperkuat dua pemain dari luar negeri, melalui drama adu finalti setelah bermain imbang 0-0 dengan skor akhir 3-1 untuk kemenangan Sibolga Biru FC. Dan setelah berhasil menjadi juara grup A, Sibolga Biru FC maju ke babak final yang akan berhadapan dengan juara grup B, Opek FC dari Sumatera Barat (Sumbar),” jelasnya.

Dikatakan Syarifuffin, mereka optimis Sibolga Biru FC dapat memenangkan pertandingan di babak final melawan Opek FC Sumbar, sehingga dapat menjadi juara I di open turnamen Andalas Cup 2011.
“Seperti niat awal mengikuti open turnamen Andalas Cup 2011 adalah untuk menang, maka kita optimis Sibolga Biru FC dapat mengalahkan Opek FC Sumbar di final, meskipun Opek FC Sumbar diperkuat dua pemain dari luar negeri. Namun itu mewujudkan cita-cita tersebut ada kiat khusus yang akan diberikan oleh manager dan pelatih nantinya,” ucap Syarifuddin.

Pelatih Sibolga Biru FC, Kasman Simanjuntak yang ditanya mengenai strategi apa yang akan dilakukan dalam menghadapi Opek FC Sumbar agar dapat memenangi pertandingan di babak final, Kasman Simanjuntak menjawab bahwa sebagai pelatih ia akan menerapkan formasi 4-4-2 menghadapi Opek FC Sumbar.

“Dengan formasi 4-4-2 dengan pola memperkuat lini belakang, kita optimis dapat memenangkan pertandingan di babak final melawan Opek FC Sumbar. Dan untuk menembus lini pertahanan lawan, kita mengandalkan kelihaian Legi sebagai striker yang juga sebagai top scorer sementara di Andalas Cup bersama striker lainnya Alfes dan kapten Sibolga Biru FC Indra Chaniago,” ungkapnya.

24 October 2011

kalimat penghormatan terakhir dari tiga pembalap tim Repsol Honda untuk Simoncelli

Kuala Lumpur - Dunia MotoGP baru saja kehilangan Marco Simoncelli yang meninggal dunia dengan tragis saat beraksi di lintasan balapan. Sebuah testimoni dilontarkan sang juara dunia, Casey Stoner, dan para koleganya.

Berikut ini petikan kalimat penghormatan terakhir dari tiga pembalap tim Repsol Honda untuk Simoncelli, yang tewas setelah terjatuh di lap kedua MotoGP Malaysia, Minggu (23/10/2011), sebelum digilas oleh Colin Edwards yang melaju kencang di belakangnya, dan insiden mengerikan itu tak mungkin terhindarkan.

Casey Stoner:

"Aku syok dan sedih atas meninggalnya Marco. Ketika hal-hal seperti ini terjadi, kita diingatkan bahwa betapa hidup begitu berharga. Aku merasa remuk redam di dalam. Yang bisa aku katakan, aku berbela sungkawa untuk seluruh keluarga Marco. Aku tak bisa membayangkan apa yang sedang mereka lalui saat ini. Hanya doa untuk mereka. Aku harap semua tetap bersatu dan menghadapi tragedi ini bersama-sama."


Dani Pedrosa

"Dalam tragedi seperti ini, tak banyak yang bisa dikatakan. Aku hanya ingin menyampaikan rasa bela sungkawa sedalam-dalamnya untuk keluarga dia dan semua orang yang menyayangi dia. Aku sempat bersama ayahnya, dan yang kami bisa lakukan adalah saling berpelukan. Tidak ada yang lain. Itu kecelakaan yang fatal, dan semua orang di paddock masih syok. Berkali-kali kami melupakan betapa olahraga ini bisa sangat berbahaya, dan ketika kita kehilangan orang-orang seperti ini, hal-hal lain tidak ada artinya. Jelas sekali bahwa kami semua melakukan apa yang kami suka, apa yang kami cintai. Tapi di hari-hari seperti ini, semuanya jadi tidak penting."


Andrea Dovizioso

"Dalam keadaan seperti ini kata-kata tidak berarti. Aku memikirkan keluarga Marco dan semua orang yang menyayangi dia, terutama bapak dan ibunya. Aku juga punya satu anak dan apa yang terjadi hari ini adalah situasi paling berat yang bisa Anda bayangkan. Aku melihat rekamannya dan aku syok. Dalam balapan Anda bertarung dan berusaha keras, dan petaka sering mengintai di tikungan. Marco pembalap yang tangguh dan dia selalu berusaha keras. Kami sudah membalap bersama sejak masih anak-anak. Dari dulu aku melihat dia selalu berusaha maksimal. Dia terjatuh berkali-kali, tapi tanpa cedera parah, dan dia terlihat tak terkalahkan. Apa yang terjadi hari ini sepertinya tidak mungkin."

Colin Edwards Cedera bahu


Sepang - Colin Edwards, yang terlibat kecelakaan dengan Marco Simoncelli, dinyatakan dalam keadaan baik-baik saja. Meski demikian, dia mengalami cedera di bahunya.

"Ia mengalami dislokasi bahu," ujar Medical Director Dr Michele Macchiagodena dalam konperensi pers di Sirkuit Sepang.

"Ia sudah dianestesi, kami membuatnya tidur dan kini bahunya sudah tak apa-apa. Ia baik-baik saja," lanjutnya.

Seperti diketahui, Edwards dan juga Valentino Rossi terlibat dalam kecelakaan di lap kedua pada balapan MotoGP Malaysia, Minggu (23/10/2011).

Edwards dan Rossi yang tengah melaju, menabrak Simoncelli yang tengah tergelincir di tengah lintasan. Edwards sempat terseret ke pinggir lintasan, namun bisa bangun kembali.

Sementara itu, motor Rossi sempat oleng, namun rider Ducati ini berhasil mengembalikan kembali keseimbangannya dan melaju dengan pelan.

23 October 2011

MotoGP Kehilangan Pebalap Berbakat

  Dunia balap motor harus kehilangan satu pebalap berbakat, yaitu Marco Simoncelli. "Supersic" meninggal dunia akibat kecelakaan tragis di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10/11), saat balapan baru berlangsung dua lap.
Simoncelli, yang sedang bertarung memperebutkan posisi keempat dengan pebalap Rizla Suzuki, Alvaro Bautista, kehilangan kendali di Tikunga 11, sehingga jatuh. Tetapi, dia dan motornya justru terseret ke jalur milik pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards, dan pebalap Ducat, Valentino Rossi.
Kecelakaan horor pun tak terelakkan. Motor Edwards menghantam kepala Simoncelli sehingga helm pebalap Gresini Honda tersebut terlepas, dan Edwards pun sempat menghantam motor Rossi, sehingga terjadi tabrakan beruntun. Edwards jatuh di luar trek dan mengalami dislokasi bahu, dan Rossi selamat karena mampu mengendalikan motor meskipun hanya mengalami sedikit kerusakan pada Desmosedici GP11.1 tunggangannya.
Akibat kecelakaan tersebut, Simoncelli langsung menggelepar di atas trek dan tidak bergerak sama sekali. Bendera merah pun langsung dikibarkan, tanda balapan untuk sementara harus dihentikan - selang beberapa saat panitia lomba mengumumkan balapan dibatalkan.
Simoncelli langsung dilarikan ke pusat medis sirkuit. Tetapi, cedera parah yang diderita pebalap berusia 24 tahun asal Italia ini membuatnya tak kuasa bertahan, dan mengembuskan nafas terakhir pada pukul 16.56 waktu setempat.
Kepergian Simoncelli membuat dunia balap motor MotoGP kehilangan pebalap berbakat, yang diprediksi bakal merajai kelas premier ini. Pasalnya, Simoncelli termasuk pebalap yang sangat kompetitif, dan itu sudah diperlihatkan sejak masih di kelas paling rendah, 125cc.
Simoncelli melakukan debutnya di kelas 125cc pada musim 2002, dan merajai GP Spanyol pada 2004 dan 2005, sebelum naik ke kelas 250cc pada musim 2006 bersama tim Gilera. Pada musim 2008, si jabrik ini merengkuh gelar juara dunia setelah mengalahkan rivalnya dari Spanyol, Alvaro Bautista.
Musim berikutnya, Simoncelli memutuskan bertahan di kelas 250cc, untuk mempertahankan gelar. Tetapi dia gagal melakukannya, karena harus puas menempati peringkat ketiga, karena kalah bersaing dengan Hiroshi Aoyama, yang menjadi rekan setimnya di MotoGP.
Dalam debutnya di kelas MotoGP pada musim lalu, Simoncelli sudah menunjukkan tanda-tanda bakal kompetitif. Sebagai seorang rookie, dia berhasil menarik perhatian dengan hasil terbaik adalah finis di posisi keempat pada GP Portugal, dan pada klasemen akhir berada di peringkat kedelapan.
Di musim 2011 ini, sinar Simoncelli semakin terang, meskipun dia kerab mendapat kritikan akibat gaya membalapnya yang sangat agresif. Sejak latihan pra-musim hingga balapan resmi, Simoncelli selalu bersaing di barisan depan. Dia pun berhasil menempati pole position di Catalunya dan Assen, dan enam kali berturut-turut start dari barisan depan.
Sayang, semua hasil fantastis pada latihan bebas dan kualifikasi tak bisa dikonversi menjadi juara atau pun minimal finis di podium. Pasalnya, dia kerab mengalami kecelakaan karena jatuh ataupun tabrakan.
Meskipun demikian, Simoncelli tak kenal menyerah. Dia akhirnya mewujudkan impian untuk naik podium MotoGP, ketika finis di urutan ketiga GP Republik Ceko. Hasil terbaik yang diraihnya adalah ketika finis di urutan kedua di GP Australia, akhir pekan lalu.
Atas prestasinya yang mengesankan itu, tim Honda langsung menyodorkan kontrak baru kepadanya, sehingga dia akan tetap membela Gresini pada MotoGP 2012, yang menggunakan mesin 1.000cc. Simoncelli akan mendapatkan mesin dengan spesifikasi seperti tim pabrik.
Namun nasib berkata lain. Simoncelli, yang baru satu kali merasakan motor 1.000cc usai GP Jepang awal Oktober lalu, meninggal dunia akibat kecelakaan di GP Malaysia. Dia jatuh saat balapan baru berlangsung dua lap, dan tergelincir ke jalur Edwards dan Rossi, sehingga kepalanya dilindas motor Edwards. Selamat jalan Simoncelli!



Sumber: http://olahraga.kompas.com

Inilah Kronologis Kecelakaan Simoncelli

SEPANG- Marco Simoncelli tak mampu melawan cedera parah yang menimpanya, akibat kecelakaan di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10/11). "Supersic" akhirnya mengembuskan nafas terakhir pada pukul 16.56 waktu setempat atau 15.56 WIB, meskipun sempat mendapat perawatan di medical centre sirkuit.
Kecelakaan mengerikan itu terjadi pada lap kedua di Tikungan 11. Simoncelli, yang sedang bertarung dengan Alvaro Bautista dalam perebutan posisi keempat, tak mampu mengendalikan motornya ketika menikung ke kanan, sehingga tergelincir.
Saat jatuh itu, dia dan motornya melintasi sirkuit dan masuk ke jalur milik pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards, dan pebalap Ducati, Valentino Rossi. Kecelakaan horor itu pun tak terhindarkan, karena motor Edwards melindas Simoncelli, tepatnya di kepala.
Edwards pun jatuh di luar trek dengan cedera dislokasi bahu, dan Rossi masih mampu mengendalikan motornya meskipun terpental ke luar lintasan dan Desmosedici GP11.1 tunggangannya mengalami kerusakan. Akan tetapi, Simoncelli menggelepar di atas trek dengan helm sudah terlepas dari kepala (setelah dilindas), dan dia sama sekali tidak bergerak.
Bendera merah langsung dikibarkan usai kecelakaan tragis tersebut. Setelah menunggu beberapa saat, panitia lomba mengumumkan bahwa balapan GP Malaysia itu resmi dibatalkan, karena tim medis fokus untuk menyelematkan Simoncelli, yang akhirnya meninggal pada pukul 16.56.



Sumber: http://olahraga.kompas.com

Kecelakaan Horor, GP Malaysia Resmi Dibatalkan

SEPANG- GP Malaysia musim 2011 ini resmi dibatalkan, setelah terjadi kecelakaan horor yang menimpa pebalap Gresini Honda, Marco Simoncelli, Minggu (23/10/11). Sebelumnya, usai kecelakaan yang terjadi pada lap kedua tersebut, sempat dinyatakan akan dilakukan restart pada pukul 16.45 waktu setempat atau pukul 15.45 WIB.
Balapan di Sirkuit Sepang tersebut berlangsung cukup ketat, usai lampu merah padam tanda balapan dimulai. Tetapi saat memasuki lap kedua di Tikungan 11, Simoncelli jatuh dan melibatkan pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards,dan pebalap Ducati, Valentino Rossi.
Kecelakaan horor itu menyebabkan Simoncelli terkapar di trek dengan helm terlepat dan dia sama sekali tidak bergerak, sedangkan Edwards terseret keluar trek dan mengalami dislokasi bahu. Sementara itu Rossi selamat, karena mampu menguasai motor sehingga hanya melebar ke luar trek dan Ducati GP11.1 tunggangannya hanya mengalami kerusakan ringan.
Usai kecelakaan tersebut, marshal langsung mengibarkan bendera merah tanda balapan dihentikan. Tetapi, rupanya keadaan tak memungkinkan untuk melakukan balapan pada hari Minggu ini, karena tim medis konsentrasi memperhatikan kondisi Simoncelli - belum ada keterangan resmi kondisi pebalap Italia itu, dan trek pun tak siap untuk gelar balapan, sehingga panitia mengumumkan tak bisa menggelar lomba seri ke-17 ini.
Dengan demikian, pada akhir pekan ini terjadi sejumlah insiden di Sirkuit Sepang. Di kelas Moto2 pun terjadi kecelakaan pada latihan bebas hari Jumat, yang membuat Marc Marquez jatuh dan tidak fit untuk ikut balapan hari Minggu ini.



Sumber: http://olahraga.kompas.com
 

Simoncelli Akhirnya Meninggal Dunia

  
SEPANG- Pebalap MotoGP Gresini Honda asal Italia, Marco Simoncelli akhirnya meninggal setelah kecelakaan di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10/11). Demikian pengumuman resmi seperti dikutip AFP. "Ini resmi. Dia sudah meninggal. Dia menyerah," ujar seorang pejabat dari Dorna yang merupakan perusahaan pemegang hak siar MotoGP.
Kecelakan yang melibatkan Marco Simoncelli, Colin Edwards, dan Valentino Rossi, juga membuat GP Malaysia musim 2011 secara resmi dibatalkan.

Pada awal lomba, empat pebalap Honda langsung berada di depan setelah lampu merah padam. Stoner, yang start dari urutan kedua, berhasil mendahului Pedrosa, selaku pemegang pole position, disusul Andrea Dovizioso, dan Simoncelli. Hanya satu lap saja, Stoner, yang akhir pekan lalu sudah memastikan diri menjadi juara dunia MotoGP 2011, sudah unggul lebih dari 1 detik atas Pedrosa.

Namun di posisi keempat, terjadi pertarungan seru antara Simoncelli dengan pebalap Rizla Suzuki, Alvaro Bautista. Mereka saling mendahului dalam beberapa kesempatan, sebelum kecelakaan horor menimpa Simoncelli, yang terlibat dalam benturan antara dirinya dengan pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards, dan pebalap Ducati, Valentino Rossi.
Saat memasuki lap kedua di Tikungan 11, Simoncelli jatuh dan melibatkan pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards,dan pebalap Ducati, Valentino Rossi.
Kecelakaan horor itu menyebabkan Simoncelli terkapar di trek dengan helm terlepat dan dia sama sekali tidak bergerak, sedangkan Edwards terseret keluar trek dan mengalami dislokasi bahu. Sementara itu Rossi selamat, karena mampu menguasai motor sehingga hanya melebar ke luar trek dan Ducati GP11.1 tunggangannya hanya mengalami kerusakan ringan.
Usai kecelakaan tersebut, marshal langsung mengibarkan bendera merah tanda balapan dihentikan. Tetapi, rupanya keadaan tak memungkinkan untuk melakukan balapan pada hari Minggu ini, karena tim medis konsentrasi memperhatikan kondisi Simoncelli. 


Sumber: http://olahraga.kompas.com

17 October 2011

Timnas U-23 tundukkan Persiba Bantul 3-2

Timnas U-23 yang dipersiapkan ke SEA Games XXVI/2011 akhirnya menundukkan Persiba Bantul 3-2 (0-0) dalam laga ujicoba di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Minggu.

Setelah di babak pertama kedua tim tak berhasil menciptakan gol, pada babak kedua Timnas berhasil membukukan tiga gol diawali oleh Andik Vermansyah pada menit ke-50 melalui aksi individual yang berbau kontroversi karena ia dianggap offside oleh pemain lawan.

Empat menit kemudian Timnas memperbesar keunggulan menjadi 2-0 melalui gol Titus Bonai.

Menit ke-73 Persiba Bantul memperkecil kekalahan 2-1 melalui sontekan Cornelis Kainu yang memanfaatkan umpan silang di mulut gawang Timnas yang dikawal Andritany Adyaksa.

Timnas kemudian menambah satu gol lagi melalui Titus Bonai yang lolos offside pada menit ke-79. Namun semenit menjelang bubar, Persiba berhasil mencuri satu gol lagi melalui sundulan pemain asingnya Emmanuel Cristoni sehingga mengubah kedudukan menjadi 3-2.

Memasuki babak kedua pada laga dipimpin wasit Yandri itu, pelatih kepala Rahmad Darmawan melakukan pergantian pemain hingga sembilan orang.

Berturut-turut pemain yang dimasukkan ke babak kedua adalah Oktovianus Maniani, Abdurrahman, Diego Michels, Titus Bonai, Andik Vermansyah, Septia Hadi dan Ferdinand Sinaga.

Dalam 20 menit menjelang berakhir, Hendro Siswanto pun dimasukkan untuk menggantikan Stevie Bonsapia.

Masuknya sejumlah pemain tersebut mengubah ketajaman daya serang Timnas secara signifikan. Pergerakan Okto Maniani, Titus Bonai dan Andik Vermansyah jauh lebih tajam dari babak pertama sebelumnya sehingga pertandingan berjalan lebih ketat dan bermakna sebagai sebuah persiapan Timnas.

Pada belasan menit akhir Rahmad juga masih sempat memasukkan Johan Juansyah yang pada Kamis lalu menciptakan satu gol ketika memetik kemenangan 2-1 dalam ujicoba melawan Persikabo Bogor.

Tetapi Timnas malah kecolongan dengan gol tambahan dari Persiba melalui sundulan silang dari Emmanuel Cristoni yang sulit diantisipasi oleh Andritany dan barisan belakang Timnas.


Sumber: http://www.antaranews.com