Showing posts with label Tapteng. Show all posts
Showing posts with label Tapteng. Show all posts

06 December 2011

Januari 2012 Tapteng Luncurkan Mobil Internet

Bonaran Tidak Biarkan Daerah Terpencil Semakin Terkucil
TAPTENG- Januari 2012 mendatang, pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) bakal meluncurkan 3 unit Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) yang akan melayani masyarakat di seluruh kecamatan yang ada di Tapteng.

“Ketiga MPLIK itu merupakan bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang diharapkan dapat lebih memperkenalkan layanan internet dengan berbagai manfaatnya kepada masyarakat diseluruh pelosok negeri,” ujar Plt Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo) Tapteng, Drs Binton Simorangkir MM kepada METRO diruang kerjanya, Kamis (1/12) kemarin.

Menurut Binton,  Pemkab Tapteng akan memfungsikan ketiga unit mobil itu pada bulan Januari 2012 mendatang dan biaya operasionalnya tetap dibebankan kepada pemerintah daerah. “Kebetulan fasilitas ini sesuai dengan salah satu motto Bupati Tapteng, jangan biarkan daerah terpencil semakin terkucil. Dan saat ini, tahapan yang sudah kira lakukan yakni melakukan sosialisasi sebagai langkah persiapan,” terangnya.

Ia menerangkan, MPLIK ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat di kecamatan-kecamatan, seperti sarana untuk memperkenalkan komputer dan internet kepada masyarakat lapisan bawah, khususnya para anak sekolah di daerah tertinggal. “Kemudian sebagai sarana mempercepat pemerataan informasi dan telekomunikasi kepada masyarakat. Disamping itu, MPLIK ini juga nantinya akan menjadi sarana penyuluhan kepada masyarakat, pelatihan kepada para anak-anak, remaja dan pemuda serta sarana pelayanan public seperti pembuatan KTP dan kartu keluarga,” bebernya.

Masih menurutnya, MPLIK ini memiliki fasilitas berupa 6 unit laptop, tenda dan kursi dengan jaringan melalui satelit untuk memberikan kenyamanan para warga pengguna dari panas maupun hujan. “Semua fasilitas ini bebas dipergunakan secara gratis, tidak dipungut biaya, supaya masyarakat bisa mencari informasi yang di butuhkan. Termasuk nantinya juga bisa digunakan untuk mempermudah pengurusan KTP dan KK Elektrik jika dikecamatan terkendala jaringan internet,” pungkasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, ketiga unit MPLIK ini akan dibagi dalam 3 zona operasional secara bergilir dari kecamatan ke kecamatan, yakni Zona I yang meliputi Kecamatan Sibabangun, Sukabangun, Lumut, Pinangsori, Badiri hingga Sitahuis. Sementara Zona II meliputi Kecamatan Tapian Nauli hingga Kecamatan Sosorgadong, sedang Zona III meliputi Kecamatan Barus hingga Manduamas. “Mobil MPLIK di setiap zona akan beroperasi secara bergulir dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya. Poskonya bisa disekitar wilayah sekolah, kantor kecamatan atau daerah keramaian seperti pasar dan lain sebagainya. Dan lita berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.



Sumber:http://www.metrosiantar.com

Canangkan Gerakan Moral Pemberantasan Mak siat

Bupati Risih Maraknya Rumah ‘Kitik-kitik’
TAPTENG-Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang SH M Hum mengaku amat risih menyaksikan semakin maraknya lokasi maksiat di Tapteng, baik berupa kafe minuman keras berpelayan maupun rumah kitik-kitik.
Bonaran khawatir nantinya Tapteng akan seperti Sodom dan Gumora, dua daerah yang dikutuk Tuhan akibat perbuatan manusianya yang selalu berbuat maksiat. Untuk mengatasi hal tersebut, Bupati berencana akan mengajak para pendeta, ustadz dan elemen masyarakat lainnya untuk mencanangkan gerakan moral pemberantasan maksiat di Tapteng
.
Demikian disampaikan Bupati dalam arahannya seusai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Baptis Iman Kerapatan Gereja Baptis Indonesia (KGBI) Pandan di Kelurahan Aek Tolang, Sabtu (3/12) kemarin.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua KGBI Wilayah Sumut Riau, Pdt Onekhesi Zega S Th, Ketua BKAG Tapteng Pdt  Hutagalung, para pimpinan SKPD dijajaran Pemkab Tapteng, Ketua Rayon KGBI Sibolga Tapteng, Pdt Lulosokhi Halawa S Th, Camat Pandan, Edi Sofian Damanik, dan puluhan jemaat KGBI Pandan.

“Saya dan juga masyarakat pasti merasa risih jika harus lewat atau melihat banyaknya lokasi-lokasi maksiat yang ada di Tapteng. Jika saya pergi ke Jalan Terminal Baru, Aek Garut atau Panangkalan, orang pasti bertanya-tanya, ngapain Bupati ada di sana, prasangka mereka pastilah negative,” ujarnya.

Lokasi maksiat yang ada di Tapteng ini, ujarnya, memang sudah sangat memprihatinkan. Jika tidak segera diberantas, dirinya khawatir nantinya Tapteng ini akan dikutuk oleh Tuhan seperti Sodom dan Gumora yang dikutuk Tuhan akibat prilaku masyarakatnya yang gemar bermaksiat.

“Untuk memberantas lokasi-lokasi maksiat ini, perlu diadakan gerakan moral bersama. Secepatnya sebelum tahun 2011 ini berakhir, saya akan mengumpulkan para pendeta dan para ustadz untuk bersama-sama mencanangkan upaya pemberantasan maksiat ini. Untuk apa gereja, masjid dan rumah ibadah lainnya dibangun jika tidak mampu merubah perilaku, iman dan akhlak jemaatnya. Karena inilah sebenarnya yang menjadi tujuan utama dibangunnya rumah ibadah,” cetusnya.    

Dikatakannya kemudian, selain akan melaksanakan program pembangunan infrastruktur, pembangunan pariwisata, pembangunan dunia pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya, dirinya juga berencana akan melakukan perubahan pembangunan mental keimanan maupun akhlak masyarakat Tapteng yang salah satu caranya adalah dengan pemberantasan maksiat.

“Saya tidak mau nantinya dinilai gagal melaksanakan pembangunan iman dan akhlak masyarakat Tapteng. Apalagi, berbagai program pembangunan yang akan saya lakukan nanti tidak akan berguna jika akhlak dan iman masyarakat Tapteng tidak bisa terbangun,” tukasnya.

Disamping itu, Raja Bonaran Situmeang juga mengimbau kepada seluruh pendeta untuk mau menyosialisasikan pelarangan dan pemberantasan illegal logging, illegal fishing serta bahaya yang ditimbulkannya kepada para jemaatnya dalam setiap kesempatan. Karena menurut Bupati, sarana khotbah atau dakwah merupakan salah satu sarana paling efektif untuk menyosialisasikan upaya pemberantasan illegal logging, karena dakwah atau khotbah langsung berhadapan dengan masyarakat dan dapat dilakukan secara kontiniu.

“Saya saat ini sedang getol-getolnya memberantas upaya illegal loging maupun aksi perusakan lingkungan lainnya. Saya berharap, upaya pencegahan dan pemberantasan illegal logging ini juga dilakukan oleh para pendeta dan ustadz melalui khotbah maupun dakwah yang mereka lakukan setiap saat. Karena bagaimanapun, prilaku illegal logging merupakan musuh kita bersama yang nantinya sangat berpotensi menimbulkan bencana alam seperti longsor dan banjir yang belakangan ini sering terjadi di wilayah Tapteng,” pungkasnya.

Peletakan batu pertama pembangunan Gereja Baptis KGBI itu sendiri dimulai oleh Ketua Wilayah KGBI Sumut-Riau, Pdt Onekhesi Zega S Th yang kemudian dilanjutkan oleh Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang SH M Hum di atas tanah yang berukuran sekitar 20 x 30 meter persegi yang nantinya akan dipergunakan sebagai rumah ibadah bagi sekitar 23 Kepala Keluarga jemaat KGBI Pandan.

Ketua KGBI Rayon Sibolga Tapteng, Pdt Lulosokhi Halawa S Th menerangkan, KGBI ini pertama kali berdiri di Kota Sibolga pada tahun 2004 silam, sementara di Tapteng berdiri pada tahun 2006 lalu. Dan hingga kini, KGBI yang berpusat di Manado ini sudah memiliki 9 gereja yang tersebar diberbagai daerah di Tapteng



Sumber: http://www.metrosiantar.com

Menuju Negeri Wisata Sejuta Pesona

TAPTENG- Dalam rangka mendukung konsep Kabupaten Tapteng Negeri Wisata Sejuta Pesona yang akan dicanangkan mulai tahun 2012 mendatang, pemkab bekerjasama dengan KONI Tapteng akan menggelar berbagai perlombaan maupun per-tandingan olahraga bertaraf internasional.

“Berbagai pertandingan itu diantaranya turnamen volly pantai, lomba dayung dan perahu, lomba balap sepeda dan berbagai perlombaan lainnya. Selain dalam rangka untuk menghidupkan kembali dunia olahraga, juga untuk memperkenalkan Tapteng dengan berbagai potensi wisatanya kepada masyarakat Indonesia maupun mancanegara,” ungkap Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang SH MHum saat membuka festival vokal solo lagu rohani RRI Sibolga di aula Bina Graha kantor Bupati Tapteng, Sabtu (3/12) kemarin.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan itu, kata Bonaran, masyarakat dunia dapat melihat potensi keindahan dan keunikan alam maupun sejarah yang ada di Tapteng serta mempublikasikannya di negaranya masing-masing. “Saya dan seluruh masyarakat Tapteng ingin mengenalkan Tapteng di mata dunia internasional, sebab Tapteng memang sangat kaya akan potensi, khususnya pariwisata. Kita punya air terjun terindah dan terunik didunia yang terdapat di Pulau Mursala, yang mana air terjun di tengah  laut dan airnya langsung jatuh kelaut,” beber Bonaran.

Selain itu, sambung Bonaran, Tapteng juga memiliki 10 air terjun lain yang begitu indah, kemudian memiliki sejumlah pantai yang tidak kalah dengan pantai-pantai terkenal, baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. “Tapteng juga memiliki kota sejarah yang memiliki keterikatan erat dengan sejarah dunia. Tapteng juga memiliki potensi wisata bahari berupa hamparan terumbu karang yang indah dan sebanding dengan yang ada di Wakatobi maupun Takabonarate,” pungkas Bonaran.

Namun dengan kekayaan alam yang dimiliki Tapteng, kata Bonaran, jika tidak diperkenalkan kepada dunia, mereka tidak akan tahu keindahan alam ciptaan Tuhan yang ada di Tapteng. “Untuk itulah kita melaksanakan kejuaraan-kejuaraan olahraga bertaraf internasional ini. Program ini sudah saya sampaikan langsung kepada para pengurus baru KONI Tapteng saat audensi, Jumat (2/12) kemarin,” katanya.

Bonaran berharap, konstribusi dari setiap instansi maupun elemen masyarakat untuk mendukung Tapteng Negeri Wisata Sejuta Pesona tersebut dengan mengadakan berbagai kegiatan-kegiatan positif, baik dibidang seni, budaya, kuliner dan lain sebagainya. “Guna menyongsong itu, kita harus berbenah dan bersiap diri serta meningkatkan sumberdayanya masing-masing. Bahkan para ibu juga harus mampu memperkaya kemampuan mengolah makanan, khususnya makanan khas Tapteng yang kedepannya akan bermanfaat untuk mendukung pariwisata,” tegasnya.

Selain kejuaraan olahraga bertaraf internasional, sambung Bonaran, juga diprogramkan pelaksanaan lomba memasak atau lomba kuliner tahun 2012 mendatang yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengolah makanan serta memperkaya khasanah kuliner di Tapteng. “Dalam lomba memasak atau kuliner ini, pihak TP PKK Tapteng bekerjasama dengan Harian METRO TAPANULI sebagai panitia pelaksana dan hal ini sudah pernah dibicarakan sebelumnya. Para pemenang nantinya akan kita kirim ke beberapa daerah untuk belajar memasak masakan khas daerah itu. Juara I akan dikirim ke Makasar untuk belajar mengolah dan membuat masakan khas Makasar, juara II akan kita kirim belajar ke Palembang serta Juara III nya akan kita kirim ke Padang,” tandasnya lantas menambahkan hal ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan diri menjadi daerah utama tujuan wisata di Sumut, Indonesia bahkan dunia.

29 October 2011

Tangkap Pemain Togel dapat Hadiah Rp1 Juta

Sabtu, 29 Oktober 2011 Ada kabar gembira kepada warga Tapteng. Kapolres Tapteng AKBP Dicky Patrianegara SH SIK menyatakan akan memberikan bonus Rp1 juta bagi masyarakat yang berhasil menangkap pemain togel atau bandarnya.

Ini karena kasus judi togel mengalami peningkatan setiap tahunya di wilayah hukum Polres Tapteng. Berdasarkan data yang dimilik Polres Tapteng, kasus judi togel tahun 2010 sebanyak 173 kasus dan tahun 2011 terhitung sampai bulan September, sebanyak 198 kasus.

“Saya akan memberikan bonus Rp1 juta bagi masyarakat yang berhasil menangkap pemain togel. Apakah itu tukang rekap atau bandar togel. Jika, masyarakat tidak bisa menangkap, anggota saya siap menangkap, masyarakat tinggal memberikan informasi dan data yang akurat saja, nanti anggota saya yang menangkap.

Ini adalah sebagai bukti keseriusan Polres Tapteng untuk membasmi togel ini di bumi Tapanuli Tengah ini,” kata kapolres pada acara cofee morning dengan wartawan dan LSM serta tokoh masyarakat dan toko agama, di Aula Mapolres Tapteng di Kota Sibolga, Selasa (25/10).

Menurut kapolres, meningkatnya kasus judi khususnya judi togel, karena kurangnya respon dari masyarakat untuk menghindari togel tersebut. Karena ada masyarakat yang justru senang dengan judi togel itu. Selain itu juga tingkat pengangguran yang tinggi turut memengaruhi peningkatan pecinta judi togel.

“Karena tidak ada kerjaan lagi, sehingga masyarakat dominan menebak angka dengan kerja ringan mendapat uang yang lumayan. Kendala lainnya, tidak tertangkapnya bandar judi togel, atau polisi atau anggota saya malas menindaklanjutinya. Ketiga hal inilah yang membuat judi togel susah diberantas di Tapteng terutama kurangnya respon dari masyarakat. Parahnya lagi, masyarakat justru ikut bertindak anarkis jika tukang rekap dan bandar togel itu ditangkap polisi.

Untuk itu sebagai bukti komitmen kita, saya akan memberikan bonus uang Rp1juta bagi masyarakat yang berhasil memberikan data akurat tentang bandar atau tukang rekap togel. Jadi, tinggal lapor kepada saya atau anggota, biar kami yang menangkapnya,” tegas kapolres.

Kapolres menilai, jika masyarakat tidak mau membeli togel, pasti togel itu mati sendiri. Namun karena masyarakat juga gemar untuk bermain togel, maka togelpun semakin menjamur di daerah ini.

“Untuk itu saya meminta dan memohon kerjasama yang baik antara masyarakat dengan polisi untuk membasmi togel ini. Saya tidak main-main dalam membersihkan togel ini di wilayah Polres Tapteng. Jika masyarakat melihat ada anggota saya yang menjadi baking togel atau judi lainnya langsung laporan kepada saya, pasti akan saya sikat. Tetapi kalau anggota di luar kesatuan kami silahkan dilaporkan kepada pimpinannya, jangan kepada saya, itu namanya mengadu saya,” tandas kapolres.



Sumber: http://www.metrosiantar.com

25 October 2011

Lampu Jalan Penghubung Antara Sibolga-Tapteng Banyak Mati

TAPTENG-Warga Sarudik, Tapteng mengeluhkan banyaknya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Jalinsum SM Raja Sibolga-Padangsidimpuan yang mati selama dua bulan terakhir dan tak kunjung diperbaiki. Warga berharap Pemkab Tapteng secepatnya melakukan perbaikan.
Beberapa warga yang ditemui yakni Hendra, Adi, Ucok Barat dan L br Hutabarat, Senin (24/10) menyampaikan, saat ini hampir di sepanjang jalanan yang ada di Sarudik terlihat gelap jika malam hari.

Image
“Seluruh jalan yang ada di Sarudik ini terlihat gelap di malam hari, baik Jalan KS Tubun, Jalan Jetro Hutagalung, Jalan Gatot Subroto dan bahkan Jalinsum SM Raja. Ini akibat banyaknya LPJU yang sudah padam namun belum diganti. Kami warga yang setiap hari melewati jalanan ini agak merasa kurang nyaman dikarenakan jalan yang kami lewati gelap gulita. Padahal setahu kami, LPJU merupakan sarana vital yang semestinya mendapatkan perhatian utama dari pemerintah,” ujar mereka.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh warga Sipan dan warga Perumahan Matahari Kelurahan Sibuluan Indah. Menurut warga, hingga kini LPJU di jalanan yang menuju pemukiman mereka belumlah memadai.

“Penerangan jalan dari Sibuni-buni Sibuluan Nalambok menuju Desa Sipan hingga kini masih belum memadai. Memang ada LPJU, tapi kondisinya cukup memprihatinkan. Lampunya kurang terang, itupun setahu saya merupakan lampu yang dibangun oleh masyarakat sendiri. Padahal jalan menuju Desa Sipan ini sangat rawan, hutan di sebelah kiri dan jurang di sebelah kanan. Jika malam hari, kondisinya sangat gelap gulita dan terkesan menyeramkan. 

Makanya warga kami jarang yang bepergian keluar kampung di malam hari. Kami amat berharap jalan menuju kampung kami juga disediakan LPJU demi keamanan dan kenyamanan,” ucap Rudi Sitompul, Horas dan Ali.

Terpisah, Kadis Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (KP2K) Tapteng, Drs Kapider Siringo-ringo menyampaikan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan perbaikan LPJU-LPJU yang rusak di seluruh Tapteng.

“Sebenarnya sudah sejak beberapa minggu yang lalu LPJU-LPJU yang rusak ini akan kita perbaiki, namun kita memiliki sedikit kendala. Di mana mobil khusus pemasangan LPJU yang kita miliki kebetulan sedang rusak dan masih dalam perbaikan, kalau alat dan bola lampunya sudah kita beli. Kemungkinan minggu depan kita sudah bekerja untuk memperbaiki LPJU-LPJU yang rusak ini,” terangnya. (ahu/syaf)  

22 October 2011

Ada Ikan Nemo di Tapteng

TAPIAN NAULI- Selain memiliki sumberdaya alam bahari yang sangat luar biasa indah, Tapteng juga memiliki keanekaragaman terumbu karang. Bahkan di Tapteng ternyata ada jenis ikan yang sudah sangat terkenal di dunia, yakni ikan nemo.
(FOTO:METRO/MARIHOT SIMAMORA)
Raja Bonaran Situmeang SH MHum memberikan penjelasan kepada Tim Survey coremap II di Desa Tapian Nauli I, Kecamatan Tapian Nauli, Selasa (18/10).
“Ikan nemo ternyata juga ada di laut kita. Ini sangat luar biasa. Karena itu saya pikir, tugu ikan tongkol ciri khas Tapteng harus kita ganti dengan tugu ikan nemo,” cetus Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang SH MHum saat menerima kunjungan Tim Survey COREMAP II (Coral Reef Rehabilitation and Management Program) ke Desa Tapian Nauli I, Kecamatan Tapian Nauli, Selasa (18/10). Bonaran menyampikan, dalam waktu dekat tim liputan khusus wisata bahari dari salahsatu stasiun televisi swasta ternama di Indonesia akan datang ke Tapteng untuk mengekspos semua potensi bahari Tapteng.
Bonaran mengajak warga khususnya nelayan untuk menjaga kelestarian terumbu karang yang ada laut Tapteng. Sebab, terumbu karang yang terawat akan secara berkesinambungan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat pesisir dan pulau-pulau.
“Pengelolaan ekosistem terumbu karang merupakan program kita ke depan demi menunjang keberhasilan pembangunan sektor pariwisata bahari kita. Karena itu saya mengajak semua elemen masyarakat khususnya masyarakat pesisir dan pulau-pulau bersama-sama menjaga kelestarian terumbu karang di laut kita,” ujar Bonaran.
Menurut Bonaran, Tapteng juga memiliki air terjun terunik dan satu-satunya di dunia, yaitu air terjun Pulau Mursala yang airnya langsung terjun ke laut.
 “Ini masih sebagian dari potensi wisata alam kita. Ke depan, kita akan prioritaskan pengembangannya. Bukan hanya di pundak saya, tapi ini juga menjadi tanggungjawab kita semua, khususnya masyarakat nelayan dan pulau,” tandasnya.
COREMAP II sendiri lebih menekankan pada terciptanya pengelolaan ekosistem terumbu karang agar sumberdaya laut ini dapat direhabilitasi, diproteksi dan dikelola sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan.
Indikator untuk melihat tercapainya tujuan Coremap (pelestarian terumbu karang) dapat dilihat dari berbagai aspek, di antaranya aspek biofisik dan sosial ekonomi. Dari aspek biofisik diharapkan akan tercapai peningkatan tutupan karang 2 persen per tahun. Sedangkan tujuan dari aspek sosial ekonomi diharapkan terjadi peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 2 persen per tahun.
Tapteng merupakan salah satu daerah pesisir yang berada di pantai Barat Sumatera Utara dengan luas wilayah 2.194.98 km2, garis pantainya menghadap ke Samudera Indonesia dengan panjang garis pantai 219 km. 
Kabupaten ini secara geografis berbatasan di sebelah Utara dengan propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan di bagian Selatan dengan Tapanuli Selatan, sebelah Timur berbatasan dengan Tapanuli Utara dan sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Indonesia.
Tapteng menjadi salahsatu daerah yang masuk dalam program rehabilitasi dan’ pengelolaan terumbu karang sejak tahun 2004. Untuk tahun 2006 lokasi yang masuk dalam site plan Coremap II adalah Desa Jago-Jago dan Sitardas untuk Kecamatan Badiri serta desa Tapian Nauli I untuk Kecamatan Tapian Nauli.


Sumber: www.metrosiantar.com

Lilin Sambar Bensin, Pasar Kamis Terbakar, 3 Ruko Hangus

3 Terpaksa Dirusak
Kebakaran di Pasar Kamis, Kecamatan Sirandorung Tapteng, menghanguskan tiga kios dan tiga rumah, Rabu (19/10) sekitar pukul 14.30 wib. Hasil penyelidikan polisi, kebakaran terjadi akibat lilin jatuh dan menyambar jerigen berisi bensin.
Informasi dari tempat kejadian perkara (TKP), api diketahui berawal dari kios yang diusahai Parasian Manalu (45). Ketika itu anak Parasian yang duduk di bangku SMA sedang mengelem plastik pembungkus gula pakai lilin. Nah, tanpa sengaja lilin itu jatuh dan menyambar bensin yang biasa dijual di kios mereka. Seketika api merembes, membesar, dan menghanguskan barang-barang yang ada di dalam kios berdinding papan berukuran 3x4 meter itu.
Karena sebagian besar kios berbahan papan, api semakin cepat membesar, lalu juga menghanguskan kios milik Parasian Manalu, Jamalen Purba, dan Pudin Malau. Totalnya, 3 ruko hangus terbakar dan 3 ruko lagi terpaksa dirusak. Antara lain ruko penjual sembako, ruko pedagang emas, alat pertanian, rempah-rempah, dan ruko penjual kosmetik. (lihat tabel)
Untuk mengantisipasi api menghanguskan puluhan kios yang lain, warga terpaksa memutus jalur api dengan terpaksa merusak kios milik Manalu Golok, Hotman Simamora, Gajah. Begitu juga 15 lapak dagangan beratap rumbia juga ikut dirusak.
Camat Sirandorung Drs Herman Suwito yang ditemui METRO TAPANULI di lokasi kebakaran mengatakan, setelah kebakaran semakin besar, dia meminta bantuan PT Nauli Sawit Sirandorung dan PT SGSR Kebun Manduamas untuk mengirimkan truk tangki air yang biasa digunakan menyiram jalan. Tempo beberapa saat truk tangki air itu tiba. Dibantu warga setempat, mereka bahu membahu dan kemudian berhasil memadamkan api. Sayangnya, pemilik kiosnya yang terbakar tak sempat menyelamatkan barang dagangannya.
“Saya imbau kepada warga khususnya yang menjual bensin agar lebih berhati-hati. Bensin tak usah dimasukkan ke dalam rumah,” pesannya. Salah seorang korban, Parasian Manalu (45) di lokasi kejadian terlihat masih shock dan awalnya belum bersedia diwawancarai. Namun saat mendengar pertanyaan apa benar anaknya mengelem pembungkus gula dengan memakai lilin, Parasian mengaku tidak mengetahuinya.
“Saya tidak tahu karena saat itu saya tidak berada di kios. Yang di kios hanya anak saya,” jawabnya.
Korban lain adalah kios milik Toko Mas Pudin Malau (34). Kata Pudin, saat kebakaran kiosnya sedang kosong. “Saya cuma menempati kios ini di pekan hari Kamis. Di dalam kios hanya ada lemari tempat jualan.
Kapolsek Manduamas AKP TR Gea melalui ponselnya mengaku masih terus melakukan penyelidikan. Dugaan awal, penyebab kebakaran akibat lilin jatuh dan menyambar bensin yang ada di dalam kios.
“Kita sudah memeriksa sejumlah saksi-saksi termasuk pemilik kios,” katanya.


Sumber: www.metrosiantar.com

149 CPNS Diangkat jadi PNS

TAPTENG- Sebanyak 149 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tapteng formasi tahun 2009, Kamis (20/10) secara resmi diangkat menjadi PNS di Pemkab Tapteng. Pengangkatan PNS tenaga teknik, tenaga medis dan tenaga pendidik ini berlangsung di GOR Serbaguna Pandan.
ACara ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (MENPAN) Nomor 236 F/M.PAN/7/2009 dan SK Bupati Tapteng Nomor 193/BKD/2010 oleh Wakil Bupati Tapteng, H Syukran Jamilan Tanjung SE secara simbolik kepada 3 orang perwakilan CPNS.
Hadir dalam penyerahan SK PNS tersebut, Plt Sekdakab Tapteng, Drs H Usman Batubara, para Asisten dan pimpinan SKPD dilingkungan Pemkab Tapteng serta para CPNS yang akan diangkat.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tapteng, Drs Rahman Situmeang dalam laporannya menyampaikan, sebanyak 149 orang CPNS yang diangkat menjadi PNS kali ini terdiri dari golongan III A dan III B.
Dikatakannya kemudian, saat ini jumlah CPNS Tapteng mulai dari formasi tahun 2009 hingga sekarang berjumlah 469 orang yang terdiri dari golongan II sebanyak 172 orang dan golongan III sebanyak 297 orang.
 “Dari jumlah 469 orang CPNS tersebut, yang baru diangkat adalah sebanyak 149 orang yang dilaksanakan hari ini. Sementara sisanya, 320 orang CPNS lainnya, saat ini masih dalam tahap proses di Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat. Kita akan berusaha supaya mereka ini secepatnya diangkat menjadi PNS, agar dapat diberdayakan di Pemkab Tapteng,” ujarnya.
Syukran dalam arahannya menyampaikan, mulai pengangkatan ini, resmilah para CPNS menjadi PNS di lingkungan Pemkab Tapteng.
 “Selama ini kalian masih CPNS, sekarang kalian semua sudah resmi menjadi PNS. Kalau selama ini kalian mungkin bekerja belum sepenuh hati dan belum mendapatkan wilayah kerja yang tetap, mulai sekarang kalian semua harus bekerja dengan baik sesuai dengan penempatan kerja masing-masing. Selaku PNS, seharusnya kalian semua dapat menunjukkan kinerja dengan sebaik-baiknya demi peningkatan karir kalian sendiri. Tanggung jawab dan tantangan sebagai PNS akan lebih besar dibanding saat masih CPNS,” katanya.
Dikatakannya, setelah menjadi PNS mungkin pihak BKD akan merubah penempatan kerja dari saat menjadi CPNS. Namun hal tersebut merupakan sebuah hal yang lumrah sebagai PNS. Karena sesuai dengan sumpah dan janji PNS, seorang PNS harus siap ditempatkan di mana saja di wilayah kesatuan Republik Indonesia.
“Mungkin setelah PNS, akan ada perubahan penempatan lokasi kerja. Yang selama ini bertugas di Dinas Pariwisata misalnya dipindahkan ke Dinas Perhubungan dan lain sebagainya. Selaku PNS yang sesuai sumpah dan janji harus siap ditempatkan di mana saja, kalian harus patuh. Di manapun kita ditugaskan, jika kita dapat menunjukkan kinerja, maka pimpinanpun akan sayang, karir pun akan bisa tercapai,” pungkasnya. 



16 October 2011

Besok Calhaj Tapteng Berangkat ke Jeddah

PINANGSORI-Sebanyak 84 jamaah calon haji asal Tapteng diberangkatkan dari Bandara Dr FL Tobing-Pinangsori menuju Bandara Polonia-Medan, Jumat (14/10) sekira pukul 10.00 WIB. Sesuai jadwal, para jamaah haji yang tergabung dalam kloter 13 ini akan lanjut terbang ke Jeddah besok pagi, Minggu (16/10)  sekira pukul 09.00 WIB.
Image
“Tolong dijaga kesehatannya sampai nanti kembali ke tanah air. Pusatkan perhatian dan pikiran dengan niat yang tulus dan ikhlas. Dan kapada para petugas terkait memberikan pelayanan yang terbaik selama perjalanan,” pesan Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang SH MHum yang disampaikan Wabup, H Sukran J Tanjung SE saat melepas keberangkatan jamaah.
Turut melepas keberangkatan jamaah, Ketua TP PKK Tapteng, Ny Normaida Bonaran Situmeang Br Simatupang, Ketua DPRD yang diwakili Zainal Abidin Pasaribu, Kapolres Tapteng AKBP Dicky Patrianegara SH SIK MSi, Ketua PN Sibolga Antonius Simbolon SH MH, Dansatradar 234 Mayor (Lek) I Made Wira Kusuma, pimpinan perbankan, pimpinan organisasi dan tokoh agama, serta pimpinan SKPD.
Wabup mengatakan, sesuai visi-misi Bupati dan Wabup, tahun ini Pemkab Tapteng memberangkatkan jamaah calon haji dari Bandara Dr FL Tobing Pinangsori ke Polonia Medan dan juga memfasilitasi kepulangan sebaliknya.
Sebelumnya, Kakan Kemenag Tapteng Drs H Sarmadan Nur Siregar MPd melaporkan, berdasarkan jenis kelamin jamaah laki-laki asal Tapteng sebanyak 34 orang dan perempuan 50 orang. Jamaah tertua berusia 83 tahun yakni Abdul Sani Hasibuan dari Kecamatan Pandan dan Siti Ajun Panngabean yang juga berusia 83 tahun asal Kecamatan Badiri.
Sedangkan jamaah termuda yakni Edwin Sovvan Aritonang yang berusia 27 tahun asal Kecamatan Pandan dan Jusrannum Panggabean yang berusia 40 tahun juga dari Kecamatan Pandan.
Setibanya di Polonia Medan, para jemaah calon haji akan masuk Asrama Haji pada Sabtu (15/10) pagi.  Kemudian pada Minggu paginya bertolak lagi ke Polonia uantuk persiapan berangkat ke Jeddah sekira pukul 09.00 WIB.
Jemaah haji akan kembali tiba ke tanah air pada Sabtu, 26 November 2011 sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, dan tiba di Pandan diperkirakan pada pukul 18.00 WIB hari itu juga.


Sumber:http://www.metrosiantar.com 

Terkait Kasus Perusakan Kebun Karet di Sitani-tani

Penyidik Dilapor ke Propam
Sibolga-Penyidik Polsek Pinangsori, Tapteng diadukan ke Propam Poldasu. Pengaduan itu dilayangkan Helala Laoli dan istrinya Amiati Gea. Alasan pengaduan itu karena pihak penyidik dianggap tak serius menangani kasus pengrusakan pohon karet di lahan milik Helala Laoli di Desa Sitani-tani, Badiri, Tapteng.
Itu karena tersangka Tasbiah Halawa hingga kini tak kunjung diserahkan ke pihak Kejari Sibolga, padahal kasus tersebut sudah P-21.
“Kami merasa aparat Polsek Pinangsori tidak mampu menangani kasus ini, karena tidak bisa menyerahkan tersangka ke kejaksaan,” tulis Helala dan Amiati dalam surat pengaduannya yang ditujukan kepada Kapoldasu Cq Propam Poldasu di Medan, tembusan kepada Kapolres Tapteng dan Kapolsek Pinangsori, lengkap dengan tandatangan keduanya dan bermaterai.
Karena tersangka belum diserahkan ke jaksa, maka pihak Kejari Sibolga belum memajukan perkaranya ke PN Sibolga. Padahal kasus tersebut sudah pernah digelar perkarakan di Mapolres Tapteng pada 24 Juni 2011 lalu. Saat itu Kapolres Tapteng telah memerintahkan Kapolsek Pinangsori untuk menuntaskan kasus ini.
“Seharusnya di bulan Juli 2011 tersangka sudah bisa diserahkan ke kejaksaan dan perkaranya disidangkan,” tulis mereka yang intinya meminta ketegasan penegakan supremasi hukum atas kasus tersebut.
Selain surat pengaduan, Helala Laoli dan istrinya Amiati Gea juga melampirkan bukti foto dan dan CD rekaman lokasi kebun karet. Mereka juga menyampaikan bahwa aksi pengerusakan yang disertai pembakaran itu dilakukan secara bersama-sama oleh Kadiman Cs atas suruhan Dahyar Hutagalung yang merupakan oknum PNS di Dinas Pariwisata Tapteng.Sementara itu seorang tersangka Tasbiah Halawa masuk dalam daftar pencarian orang Polsek Pinangsori.
“Bukan kita tidak proses, berkasnya sudah P21, tersangka sudah kita mintai keterangan, tapi dia sudah kabur dari desanya. Makanya kita belum bisa serahkan tersangka ke kejaksaan,” tutur Kapolsek Pinangsori, AKP Kamdani SAg.
Saat ditanya kenapa tidak ditahan, Kamdani berdalih bahwa ancaman hukuman dari pasal yang dikenakan kepada tersangka tidak cukup kuat untuk dilakukan penahanan. Namun tidak disangka, keterbatasan hukum tersebut digunakan tersangka untuk melarikan diri. “Ancaman hukumannya membuat tersangka tidak harus ditahan,” dalihnya.
Menyikapi persoalan ini, Ketua ICW Sibolga-Tapteng, Dohar F Sianipar menyayangkan ketidaktegasan penyidik Polsek Pinangsari dalam menerapkan pasal ancaman terhadap tersangka. Sebab, menurut Dohar, bahwa dari hasil investigasi dan keterangan yang dihimpun pihaknya, bahwa aksi pengerusakan dan pembakaran kebun karet tersebut dilakukan secara bersama-sama. Dan ada dalang yakni Dahyar Hutagalung di belakang aksi tersebut.
“Peluang kaburnya tersangka karena pasal yang dikenakan lemah. Padahal bisa lebih berat dan bisa ditahan, karena dilakukan secara bersama-sama. Tapi kepolisian tidak serius menangani kasus yang sudah lama tidak kunjung tuntas ini,” tutur Dohar yang mengikuti terus perkembangan kasus tersebut.
Dohar juga menilai, Kapolsek Pinangsori, AKP Kamdani SAg tidak mengindahkan perintah Kapolres Tapteng saat gelar perkara Selasa, 24 Juni 2011 lalu di Mapolres Tapteng. Di mana saat itu Kapolres Tapteng memerintahkan agar Kapolsek Pinangsori menuntaskan kasus ini. Tapi nyatanya sampai sekarang belum maju ke persidangan.

sumber : http://www.metrosiantar.com