06 December 2011

DIC Juara Turnamen Futsal Wali Kota Sibolga Cup 2011

Syarfi: Tingkatkan Even Futsal
SIBOLGA- Wali Kota Sibolga, Drs HM Syarfi Hutauruk melihat bahwa minat masyarakat Sibolga sangat tinggi pada cabang olahraga futsal. Karena itu Syarfi sendiri bertekad akan menggelar even turnamen futsal pada HUT Kota Sibolga April 2012 mendatang.

“Ini sangat luar biasa, saya melihat antusiasme masyarakat untuk olehraga futsal di Sibolga. Itu terbukti dari banyaknya tim yang berlaga di Turnamen Futsal Walikota Sibolga Cup 2011 ini, baik itu dari kategori umum maupun instansi pemerintah,” tukas Syarfi saat menutup Turnamen Futsal Walikota Sibolga Cup 2011, Jumat (2/12) di GOR Aek Parombunan, Sibolga.

Syarfi juga berharap agar Pengcab PSSI Sibolga dibawah kepemimpinan Marudut Situmorang agar terus merespon keinginan tim-tim futsal yang ada untuk menggelar even. “Rrencananya nanti untuk menyemarakkan HUT Kota Sibolga tahun 2012, kita akan menggelar even yang lebih besar lagi, hadiahnya bukan lagi rupiah, tapi berbentuk dollar. Maka itu saya harap peran aktif Pengcab PSSI dalam menghidupkan terus futsal ini,” kata Syarfi.

Sebelumnya, ketua panitia turnamen, Arpansyah Simatupang melaporkan bahwa turnamen berjalan dengan baik berkat dukungan berbagai pihak yang memberi perhatian, khususnya kepada Walikota Sibolga dan Pengcab PSSI Sibolga.

Selain itu, Arfansyah mengingatkan, bahwa panitia memiliki catatan tersendiri soal tingkat sportifitas tim-tim yang bertanding selama turnamen berlangsung. Dimana, bagi tim-tim yang kurang sportif akan dipertimbangkan keikutsertaannya di turnamen tahun depan. “Ini bukan sanksi atau hukuman, tapi sebagai peringatan atau pun imbauan agar tim-tim yang mengikuti setiap turnamen agar senatiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas,” jelasnya.

Dilaporkannya, ada 35 tim futsal berlaga di Turnamen Futsal Walikota Sibolga Cup 2011. 24 tim diantaranya dalam kategori umum dan 11 tim lagi kategori U-33 keatas dan instansi. Turnamen akan berlangusng selama 9 hari sejak tanggal 22-30 November 2011 mendatang, di Lapangan futsal  GOR Parombunan, Sibolga.
Keluar sebagai Juara I katergori Umum sekaligus berhak atas Tropy Bergilir Walikota Sibolga Cup 2011 yakni Tim DIC (Datuk Hitam Club). Disusul juara II Fabulous FC, juara III City FC, dan juara IV diraih oleh Pemko Sibolga (OY FC). Sebagai pemain terbaik diraih oleh Dede Lase dari Fabulous FC, untuk top score diraih oleh Mifta dari City FC dengan cetakan 48 gol. Sedangkan pengharagaan untuk tim fairplay diberikan kepada Dinasti Yamaha FC.

Sementara di kategori U-33 keatas (instansi), keluar sebagai juara I yakni Navigasi Sibolga FC, disusul juara II UD Ilham, dan juara III Pemko Sibolga (OY FC), di posisi juara IV PT PLN Sibolga FC. Sebagai pemain terbaik dikatergori ini diberikan kepada Ricky Silalahi dari Pemko Sibolga (OY FC). Dan untuk top score diraih oleh Arfansyah Simatupang juga dari Pemko Sibolga (OY FC) dengan cetakan 31 gol. Sedangkan pengharagaan untuk tim fairplay diberikan kepada Lanal Sibolga FC. Kepada pemain terbaik dan top score diberikan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp500 ribu, sedangkan bagi tim fairplay berhak menerima uang penghargaan sebesar Rp750 ribu. Sementara untuk juara I berhak menerima uang pembinaan sebesar Rp5 juta, juara II Rp3 juta, juara III sebesar Rp1,5 juta dan juara IV Sebesar Rp750 ribu.



Sumber:  http://www.metrosiantar.com

Warga Korban Longsor Mengungsi

SIBOLGA-Warga korban longsor pada Rabu (30/11) malam masih mengungsi ke rumah tetangga dan kerabat mereka masing-masing. Selain karena kondisi rumah yang rusak, warga juga khawatir akan longsor susulan. Apalagi curah hujan masih cukup tinggi.

“Kami belum berani. Rumah pun belum lagi diperbaiki, apalagi dindingnya sudah pada retak-retak. Sementara ini masih tidur di rumah tetangga atau saudara,” tutur Rosmawati dan Rospita Tampubolon, dua dari 5 keluarga korban longsor di Gang Ampera, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Jumat (2/12). Tiga korban lainnya di lokasi itu yakni Syarif Nasution, Sucipto, dan Kairan Tanjung.
Amatan METRO di lokasi, tanah longsoran yang nyaris menimbun rumah warga tersebut belum juga dibersihkan. Sementara barang-barang rumah tangga milik para korban masih terletak di teras rumah tetangga korban.

Warga juga mengaku bahwa sejak kemarin, petugas PMI Sibolga maupun dari Satkorlak Penanggulangan Bencana Alam Sibolga tidak ada terjun ke lokasi. Padahal mereka sangat berharap petugas PMI dan Satkorlak terjun ke lokasi untuk membantu warga bergotongroyong membersihkan longsoran ataupun mengikis perbukitan yang masih berpeluang longsor.

“Enggak ada, sejak kemarin pun mana ada petugas PMI atau Satkorlak Penanggulangan Bencana Alam yang datang. Malah warga sini yang gotongroyong semalam itu,” tukas warga sembari meminta Camat maupun Lurah setempat mengajukan permohonan agar bisa dilakukan gotongroyong untuk membersihkan longsoran ataupun mengikis perbukitan yang masih berpeluang longsor.

Hal serupa juga terlihat di lokasi longsor di Jalan Melur (atas), Kelurahan Angin Nauli, Sibolga Utara. Hanya warga setempat yang terlihat bergotongroyong membersihkan longsoran yang menghantam rumah Jisron Silaban dan tetangganya Rijal Sinaga. Warga juga terlihat berupaya mengikis lereng perbukitan yang masih berpeluang longsor.

“Yang gotongroyong ini semua warga sekitar sini. Dari kejadian semalam pun enggak ada petugas dari PMI atau Satkorlak yang datang,” tukas Jisron Silaban yang mengaku bahwa ia dan keluarganya masih mengungsi ke rumah kerabatnya menunggu rumahnya yang rusak tersebut selesai dibangun kembali.

Terpisah, Lurah Pancuran Bambu, Dicky Syahputra Lubis mengakui bahwa sejauh ini Petugas PMI Sibolga maupun Satkorlak Penanggulangan Bencana Alam Sibolga memang belum turun. Namun demikian ia akan mengkoordinasikannya kembali perihal pemintaan para korban tersebut.

“Saya akan coba koordinasikan selanjutnya. Tapi untuk pengikisan lereng bukit perlu analisa yang lebih akurat. Jangan nanti karena saat pengikisan malah terjadi longsor, akhirnya jatuh korban lagi. Karena tanah perbukitan itu masih labil. Tapi saya imbau agar warga tetap waspada,” ujar Dicky.

Seperti dikabarkan sebelumnya, sebanyak 9 unit rumah warga di lokasi berbeda rusak dihantam tanah longsor yang terjadi pada Rabu (30/11) malam dari pukul 19.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.

Longsor sendiri dipicu hujan lebat berkepanjangan yang mengguyur kawasan Sibolga pada malam itu. Tidak ada korban jiwa maupun luka, namun kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Rumah yang diterjang longsor diantaranya, milik Jisron Silaban dan tetangganya Rijal Sinaga warga Jalan Melur (atas), Kelurahan Angin Nauli, Sibolga Utara. Kemudian deretan rumah kontrakan yang didiami Syarif Nasution, Rosmawati, Sucipto, Kairan Tanjung, Edi Aswan/Rospita Tampubolon di Gang Ampera, Jalan SM Raja, Kelurahan Pancuran Bambu, Sibolga Sambas.

Di lokasi berbeda, longsor juga menerjang rumah Maruli Pardamean Simbolon Gang Tirta Nauli, Kelurahan Aek Parombunan, Sibolga Selatan. Kemudian rumah Tawada Hutabarat yang berada di bawah perbukitan Retaining Wall Kawasan Olahraga Terpadu Sibolga, Kelurahan Aek Parombunan, Sibolga Selatan.

Rumah yang mengalami rusak parah diantaranya rumah Jisron Silaban, rumah Maruli Pardamean Simbolon, serta deretan rumah kontrakan yang didiami Syarif Nasution, Rosmawati, Sucipto, Kairan Tanjung, Edi Aswan/Rospita Tampubolon.

Di lokasi lain, tercatat 3 rumah warga yang nyaris terhantam longsor, diantaranya rumah Bahri Harahap di Jalan Cendrawasih No.97, Kelurahan Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, serta rumah Sujono dan Ani Koto (penjual lontong) di Gang Scorpio, Kelurahan Pancuran Gerobak, Sibolga Kota.

Pemko Sibolga melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dan pihak Kecamatan dan Kelurahan setempat telah menyalurkan bantuan sembako kepada para korban.
Enam Desa di Nisel
Ikut Terisolasi
Banjir dan tanah longsor di Desa Baruje, Kecamatan Mazo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Rabu (30/12), menyebabkan sedikitnya enam desa di sekitarnya ikut terisolasi.

“Akses ke titik lokasi longsor di Desa Baruje dan sekitar enam desa lain di Kecamatan Mazo saat ini tidak bisa dilalui kendaraan bermotor,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kabupaten Nias Selatan Henny Kurniawan Duha , Jumat (2/12).

Beberapa desa lain di Kecamatan Mazo yang terancam terisolasi itu di antaranya Desa Tano Niko’o, Tetegawa’ai EhomoUlumazo dan Desa Tetegawa’a.

Hubungan darat antara Kecamatan Lahusa dengan Kecamatan Mazo saat ini terputus akibat jembatan di Sungai Susua ambruk diterjang banjir Kamis (1/12).

Selain itu, kondisi sebagian badan jalan mulai dari bekas jembatan tersebut ke lokasi bencana di Desa Baruje hingga kini masih tertutup tanah longsor.
“Untuk menjangkau desa yang terkena tanah longsor hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki sekitar tujuh kilometer,” ujarnya.

Akibat akses darat ke lokasi bencana terputus, lanjut dia, sejumlah paket bantuan pangan dan obat-obatan hingga kini masih belum bisa seluruhnya dikirim ke lokasi bencana.

Namun di beberapa titik lokasi bencana, menurut dia, sejak dua hari lalu sudah ada sejumlah personel dari TNI, Polri, dan tim dari BPBD Nias Selatan yang melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban tanah longsor yang mengakibat lima warga Desa Baruje meninggal dunia.

“Di lokasi bencana saat ini juga sudah ada Posko darurat yang berfungsi untuk membantu korban yang cedera,” ujarnya.

Beberapa korban yang mengalami luka serius telah ditangani di Puskesmas Mazo dan lima orang di antaranya telah dirujuk ke rumah sakit umum di Teluk Dalam, Ibu kota Kabupaten Nias Selatan.
“Kami akan terus mengupayakan sejumlah paket bantuan untuk korban tanah longsor secepatnya tiba di lokasi bencana,” ujarnya.

Dia membenarkan, curah hujan yang relatif tinggi di Kecamatan Mazo dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir turut menghambat proses penanganan bencana alam di kabupaten yang terdiri dari belasan pulau di sebelah barat Provinsi Sumatera Utara itu Korban Longsor 5 Orang

Pemerintah Kabupaten Nias Selatan meluruskan kabar yang sempat beredar mengenai jumlah korban longsor di Desa Baruze Kecamatan Mazo, Kabupaten Nias Selatan. Yang benar, jumlah korban tewas 5 orang, 1 luka berat, dan luka ringan 7 orang. Adapun jumlah rumah rusak berat satu dan rusak ringan 30 rumah.

Sebelumnya, tersiar kabar berdasarkan penjelasan Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi bahwa terdapat 4 korban tewas, 30 orang tertimbun longsor, 37 rumah rusak tertimbun longsor, 25 sepeda motor tertimbun longsor, dan 4 mobil tertimbun longsor. “Jumlah tadi malam itu baru sebatas perkiraan. Dari pagi hingga malam ini, warga yang dilaporkan hilang tertimbun itu ternyata masih hidup,” kata Idealisman di Teluk.

Korban tewas tersebut adalah Masrida Hulu (16), Niat Hati Hulu (16), Novermawati Sadawa (16), Merida Hulu (16), dan Ardianto Hulu (23). Keempat korban pertama tewas tertimbun longsor, sementara korban terakhir tewas terseret arus sungai.
Semua korban telah ditemukan dan diambil keluarganya. Korban yang terluka juga telah dibawa ke rumah sakit.

Idealisman menambahkan, saat ini kondisi Desa Baruze masih terisolasi karena jembatan menuju lokasi longsor terputus. Karena itu, warga diangkut menggunakan perahu karet.
Korban Banjir Ada yang Belum Ditemukan

Ardian Hulu (23), korban yang terseret banjir di daerah aliran Sungai Susua, Kecamatan Mazo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Kamis (1/12), hingga Jumat siang masih belum ditemukan.

“Korban hingga siang ini masih belum ditemukan. Upaya pencarian sejak pukul 08.00 WIB tadi kembali dilanjutkan,” kata pimpinan regu Search and Rescue (SAR) Kabupeten Nias Arotama Telaumbanua di Medan, Jumat (2/12).  Disebutkannya, Ardian Hulu diduga kuat hanyut saat jembatan di Sungai Susua di Desa Siofa Banua ambruk diterjang banjir.

Peristiwa itu terjadi satu hari pascabencana tanah longsor di Desa Baruje, Kecamatan Mazo yang mengakibatkan lima orang tewas. Upaya pencarian kembali dilakukan dengan didukung satu unit perahu karet dari Badan SAR Nasional.

Para personel regu SAR bersama anggota TNI, Polri dan relawan mencari korban dengan cara menelusuri sepanjang sisi kiri dan kanan daerah aliran Sungai Susua.
Proses pencarian terhadap pria warga Kecamatan Majo yang hanyut di sungai selebar 30 meter itu relatif sulit, karena arus masih tergolong sangat deras.

“Walaupun air di Sungai Susua sudah surut, tetapi arusnya masih cukup deras,” ujar Arotama.
Sedangkan kondisi cuaca di sekitar Kecamatan Mazo menjelang siang hari relatif cerah, setelah sejak subuh sempat diguyur hujan.

Terkait dengan bencana alam tanam longsor dan banjir yang melanda Nias Selatan, pihak pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat memberlakukan status tanggap darurat mulai 30 November hingga 13 Desember 2011.

Pihak Pemkab Nias Selatan telah pula menyebarluaskan seruan kepada seluruh warga di wilayah itu agar mewaspadai ancaman banjir, tanah longsor di tengah intensitas curah hujan yang relatif tinggi sejak beberapa pekan terakhir.


Sumber: http://www.metrosiantar.com

Canangkan Gerakan Moral Pemberantasan Mak siat

Bupati Risih Maraknya Rumah ‘Kitik-kitik’
TAPTENG-Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang SH M Hum mengaku amat risih menyaksikan semakin maraknya lokasi maksiat di Tapteng, baik berupa kafe minuman keras berpelayan maupun rumah kitik-kitik.
Bonaran khawatir nantinya Tapteng akan seperti Sodom dan Gumora, dua daerah yang dikutuk Tuhan akibat perbuatan manusianya yang selalu berbuat maksiat. Untuk mengatasi hal tersebut, Bupati berencana akan mengajak para pendeta, ustadz dan elemen masyarakat lainnya untuk mencanangkan gerakan moral pemberantasan maksiat di Tapteng
.
Demikian disampaikan Bupati dalam arahannya seusai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Baptis Iman Kerapatan Gereja Baptis Indonesia (KGBI) Pandan di Kelurahan Aek Tolang, Sabtu (3/12) kemarin.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua KGBI Wilayah Sumut Riau, Pdt Onekhesi Zega S Th, Ketua BKAG Tapteng Pdt  Hutagalung, para pimpinan SKPD dijajaran Pemkab Tapteng, Ketua Rayon KGBI Sibolga Tapteng, Pdt Lulosokhi Halawa S Th, Camat Pandan, Edi Sofian Damanik, dan puluhan jemaat KGBI Pandan.

“Saya dan juga masyarakat pasti merasa risih jika harus lewat atau melihat banyaknya lokasi-lokasi maksiat yang ada di Tapteng. Jika saya pergi ke Jalan Terminal Baru, Aek Garut atau Panangkalan, orang pasti bertanya-tanya, ngapain Bupati ada di sana, prasangka mereka pastilah negative,” ujarnya.

Lokasi maksiat yang ada di Tapteng ini, ujarnya, memang sudah sangat memprihatinkan. Jika tidak segera diberantas, dirinya khawatir nantinya Tapteng ini akan dikutuk oleh Tuhan seperti Sodom dan Gumora yang dikutuk Tuhan akibat prilaku masyarakatnya yang gemar bermaksiat.

“Untuk memberantas lokasi-lokasi maksiat ini, perlu diadakan gerakan moral bersama. Secepatnya sebelum tahun 2011 ini berakhir, saya akan mengumpulkan para pendeta dan para ustadz untuk bersama-sama mencanangkan upaya pemberantasan maksiat ini. Untuk apa gereja, masjid dan rumah ibadah lainnya dibangun jika tidak mampu merubah perilaku, iman dan akhlak jemaatnya. Karena inilah sebenarnya yang menjadi tujuan utama dibangunnya rumah ibadah,” cetusnya.    

Dikatakannya kemudian, selain akan melaksanakan program pembangunan infrastruktur, pembangunan pariwisata, pembangunan dunia pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya, dirinya juga berencana akan melakukan perubahan pembangunan mental keimanan maupun akhlak masyarakat Tapteng yang salah satu caranya adalah dengan pemberantasan maksiat.

“Saya tidak mau nantinya dinilai gagal melaksanakan pembangunan iman dan akhlak masyarakat Tapteng. Apalagi, berbagai program pembangunan yang akan saya lakukan nanti tidak akan berguna jika akhlak dan iman masyarakat Tapteng tidak bisa terbangun,” tukasnya.

Disamping itu, Raja Bonaran Situmeang juga mengimbau kepada seluruh pendeta untuk mau menyosialisasikan pelarangan dan pemberantasan illegal logging, illegal fishing serta bahaya yang ditimbulkannya kepada para jemaatnya dalam setiap kesempatan. Karena menurut Bupati, sarana khotbah atau dakwah merupakan salah satu sarana paling efektif untuk menyosialisasikan upaya pemberantasan illegal logging, karena dakwah atau khotbah langsung berhadapan dengan masyarakat dan dapat dilakukan secara kontiniu.

“Saya saat ini sedang getol-getolnya memberantas upaya illegal loging maupun aksi perusakan lingkungan lainnya. Saya berharap, upaya pencegahan dan pemberantasan illegal logging ini juga dilakukan oleh para pendeta dan ustadz melalui khotbah maupun dakwah yang mereka lakukan setiap saat. Karena bagaimanapun, prilaku illegal logging merupakan musuh kita bersama yang nantinya sangat berpotensi menimbulkan bencana alam seperti longsor dan banjir yang belakangan ini sering terjadi di wilayah Tapteng,” pungkasnya.

Peletakan batu pertama pembangunan Gereja Baptis KGBI itu sendiri dimulai oleh Ketua Wilayah KGBI Sumut-Riau, Pdt Onekhesi Zega S Th yang kemudian dilanjutkan oleh Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang SH M Hum di atas tanah yang berukuran sekitar 20 x 30 meter persegi yang nantinya akan dipergunakan sebagai rumah ibadah bagi sekitar 23 Kepala Keluarga jemaat KGBI Pandan.

Ketua KGBI Rayon Sibolga Tapteng, Pdt Lulosokhi Halawa S Th menerangkan, KGBI ini pertama kali berdiri di Kota Sibolga pada tahun 2004 silam, sementara di Tapteng berdiri pada tahun 2006 lalu. Dan hingga kini, KGBI yang berpusat di Manado ini sudah memiliki 9 gereja yang tersebar diberbagai daerah di Tapteng



Sumber: http://www.metrosiantar.com

Menuju Negeri Wisata Sejuta Pesona

TAPTENG- Dalam rangka mendukung konsep Kabupaten Tapteng Negeri Wisata Sejuta Pesona yang akan dicanangkan mulai tahun 2012 mendatang, pemkab bekerjasama dengan KONI Tapteng akan menggelar berbagai perlombaan maupun per-tandingan olahraga bertaraf internasional.

“Berbagai pertandingan itu diantaranya turnamen volly pantai, lomba dayung dan perahu, lomba balap sepeda dan berbagai perlombaan lainnya. Selain dalam rangka untuk menghidupkan kembali dunia olahraga, juga untuk memperkenalkan Tapteng dengan berbagai potensi wisatanya kepada masyarakat Indonesia maupun mancanegara,” ungkap Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang SH MHum saat membuka festival vokal solo lagu rohani RRI Sibolga di aula Bina Graha kantor Bupati Tapteng, Sabtu (3/12) kemarin.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan itu, kata Bonaran, masyarakat dunia dapat melihat potensi keindahan dan keunikan alam maupun sejarah yang ada di Tapteng serta mempublikasikannya di negaranya masing-masing. “Saya dan seluruh masyarakat Tapteng ingin mengenalkan Tapteng di mata dunia internasional, sebab Tapteng memang sangat kaya akan potensi, khususnya pariwisata. Kita punya air terjun terindah dan terunik didunia yang terdapat di Pulau Mursala, yang mana air terjun di tengah  laut dan airnya langsung jatuh kelaut,” beber Bonaran.

Selain itu, sambung Bonaran, Tapteng juga memiliki 10 air terjun lain yang begitu indah, kemudian memiliki sejumlah pantai yang tidak kalah dengan pantai-pantai terkenal, baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. “Tapteng juga memiliki kota sejarah yang memiliki keterikatan erat dengan sejarah dunia. Tapteng juga memiliki potensi wisata bahari berupa hamparan terumbu karang yang indah dan sebanding dengan yang ada di Wakatobi maupun Takabonarate,” pungkas Bonaran.

Namun dengan kekayaan alam yang dimiliki Tapteng, kata Bonaran, jika tidak diperkenalkan kepada dunia, mereka tidak akan tahu keindahan alam ciptaan Tuhan yang ada di Tapteng. “Untuk itulah kita melaksanakan kejuaraan-kejuaraan olahraga bertaraf internasional ini. Program ini sudah saya sampaikan langsung kepada para pengurus baru KONI Tapteng saat audensi, Jumat (2/12) kemarin,” katanya.

Bonaran berharap, konstribusi dari setiap instansi maupun elemen masyarakat untuk mendukung Tapteng Negeri Wisata Sejuta Pesona tersebut dengan mengadakan berbagai kegiatan-kegiatan positif, baik dibidang seni, budaya, kuliner dan lain sebagainya. “Guna menyongsong itu, kita harus berbenah dan bersiap diri serta meningkatkan sumberdayanya masing-masing. Bahkan para ibu juga harus mampu memperkaya kemampuan mengolah makanan, khususnya makanan khas Tapteng yang kedepannya akan bermanfaat untuk mendukung pariwisata,” tegasnya.

Selain kejuaraan olahraga bertaraf internasional, sambung Bonaran, juga diprogramkan pelaksanaan lomba memasak atau lomba kuliner tahun 2012 mendatang yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengolah makanan serta memperkaya khasanah kuliner di Tapteng. “Dalam lomba memasak atau kuliner ini, pihak TP PKK Tapteng bekerjasama dengan Harian METRO TAPANULI sebagai panitia pelaksana dan hal ini sudah pernah dibicarakan sebelumnya. Para pemenang nantinya akan kita kirim ke beberapa daerah untuk belajar memasak masakan khas daerah itu. Juara I akan dikirim ke Makasar untuk belajar mengolah dan membuat masakan khas Makasar, juara II akan kita kirim belajar ke Palembang serta Juara III nya akan kita kirim ke Padang,” tandasnya lantas menambahkan hal ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan diri menjadi daerah utama tujuan wisata di Sumut, Indonesia bahkan dunia.

05 November 2011

Timnas Indonesia U-23 Siap Tempur

Timnas Indonesia U-23 Siap Tempur


















JAKARTA
Pelatih timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan, menyatakan skuatnya kini dalam kondisi yang sangat bagus dan siap melakoni partai di Grup A melawan Kamboja, Senin (7/11/2011) mendatang.
Pernyataan itu disampaikan RD seusai dirinya memberikan materi kepada anak asuhnya di SUGBK, Sabtu (5/11/2011) sore.

"Semua pemain hari ini dalam kondisi yang sehat," kata RD. Ia pun memastikan skuatnya siap menghadapi partai pertama melawan Kamboja, lusa.

Meski demikian, eks pelatih Persija itu mengaku akan tetap memantau kondisi pemainnya. "Saya akan kembali mengecek kondisi mereka, Senin pagi," katanya.

Di dalam sesi latihan itu sendiri, RD mengaku kalau para skuat Garuda Muda masih kaget dengan perbedaan bola yang digunakan pada Cabang sepak bola Sea Games.

"Memang sedikit ada perbedaan. Sedikit lebih enteng. Itu menurut para pemain. Hal itu harus membuat kita harus beradaptasi. Untung masih ada waktu untuk adaptasi sekali lagi."

Lebih lanjut, soal laga melawan kamboja, RD berharap para pemain yang sudah memiliki pengalaman di Sea Games lalu membaginya ke pemain lain, yang memang masih baru.

"Saya berharap pengalaman itu ditulzrkan ke pemain lainnya. Tentunya yang positif. Jangan yang mengenai kekalahan."



Sumber: http://www.tribunnews.com